مِنْ فَضَائِلِ الْقُرْآنِ
Di Antara Keutamaan Al-Qur`an
عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ عَمْرٍو رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ﷺ: يُقَالُ لِصَاحِبِ الْقُرْآنِ اقْرَأْ وَ ارْتَقِ وَ رَتِّلْ كَمَا كُنْتَ تُرَتِّلُ فِيْ الدُّنْيَا فَإِنَّ مَنْزِلَتَكَ عِنْدَ آخِرِ آيَةٍ تَقْرَؤُهَا. صَحِيْحُ الْجَامِعِ8122.
Dari Abdullah bin Amer RA, dia berkata, telah bersabda Rasulullah ﷺ, “Akan dikatakan kepada para penghafal Al-Qur`an, ‘Bacalah dan mendakilah, dan bacalah dengan tartil, sebagaimana engkau membacanya secara tartil di dunia, karena kedudukanmu adalah di akhir ayat yang engkau baca,” (Shahihul Jami, no. 8122).
عَنْ أَبِيْ أُمَامَةَ الْبَاهِلِيِّ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ ﷺ يَقُوْلُ: اقْرَؤُوْا الْقُرْآنَ فَإِنَّهُ يَأْتِيْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيْعًا لأَصْحَابِهِ. (رواه مُسْلِمٍ).
Dari Abu Umamah Al-Bahili RA, dia berkata, “Aku pernah mendengar Rasulullah ﷺ bersabda, “Bacalah Al-Qur`an, sebab Al-Qur`an akan datang di hari Kiamat kelak sebagai pemberi syafaat kepada para pembacanya,” (HR Muslim).
عَنْ أَنَسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ﷺ: إِنَّ ِللهِ تَعَالَى أَهْلِيِّيْنَ مِنَ النَّاسِ، قَالُوْا: يَا رَسُوْلَ اللهِ مَنْ هُمْ؟ قَالَ: هُمْ أَهْلُ الْقُرْآنِ أَهْلُ اللهِ وَ خَاصَّتُهُ. صَحِيْحُ الْجَامِعِ2165.
Dari Anas RA dia berkata, telah bersabda Rasulullah ﷺ, “Sesungguhnya Allah memiliki orang-orang khusus (Ahliyyin) dari kalangan manusia.” Mereka (para sahabat) bertanya, “Wahai Rasulullah, siapakah mereka itu?” Beliau menjawab, “Mereka adalah Ahlu Al-Qur`an (Para Penghafal Al-Qur`an), Ahlullah (Para Pecinta Allah) dan orang-orang khusus-Nya,” (Shahihul Jami, no. 2165).
قَالَ رَسُوْلُ الله ﷺ : لَوْ كَانَ الْقُرْآنُ فِيْ إِهَابٍ مَا أَكَلَتْهُ النَّارُ. حَسَّنَهُ الأَلْبَانِيُّ، صَحِيْحُ الْجَامِعِ 5282.
Rasulullah ﷺ telah bersabda, “Andaikan Al-Qur`an itu dituliskan di selembar kulit, maka tidak akan bisa dibakar oleh api,” (Hadits ini dihasankan oleh Al-Albani, Shahihul Jami, no. 5282).
قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ﷺ : اَلْقُرْآنُ شَافِعٌ مُشَفَّعٌ وَ مَاحِلٌ مُصَدَّقٌ مَنْ جَعَلَهُ أَمَامَهُ قَادَهُ إِلَى الْجَنَّةِ وَ مَنْ جَعَلَهُ خَلْفَ ظَهْرِهِ سَاقَهُ إِلَى النَّارِ. رَوَاهُ ابْنُ حِبَّانَ وَ صَحَّحَهُ الأَلْبَانِيُّ.
Rasulullah ﷺ telah bersabda, “Al-Qur`an adalah pemberi syafaat yang syafaatnya diterima dan sebagai penuntut yang tuntutannya dibenarkan. Siapa saja yang menjadikan Al-Qur`an di depannya, maka Al-Qur`an akan membawanya ke surga dan siapa saja yang meletakannya di belakang, Al-Qur`an akan membawanya ke neraka,” (HR Ibnu Hibban dan dishahihkan oleh Al-Albani).
قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ﷺ : أَبْشِرُوْا فَإِنَّ هَذَا الْقُرْآنَ طَرَفُهُ بِيَدِ اللهِ وَ طَرَفُهُ بِأَيْدِيْكُمْ فَتَمَسَّكُوْا بِهِ فَإِنَّكُمْ لَنْ تُهْلِكُوْا وَ لْنْ تَضِلُّوْا بَعْدَهُ أَبَدًا. رَوَاهُ الْبَزَّارُ وَ صَحَّحَهُ الأَلْبَانِيُّ.
Rasulullah ﷺ telah bersabda, “Bergembiralah, karena sesungguhnya Al-Qur`an ini ujungnya (berada) di tangan Allah, dan ujung satunya (berada) di tangan kalian, maka berpegang teguhlah kepada Al-Qur`an ini, karena sesungguhnya kalian tidak akan binasa dan tersesat selamanya setelahnya (berpegang kepada Al-Qur`an),” (HR Al-Bazzar dan dishahihkan oleh Al-Albani).
قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ﷺ : مَنْ عَلَّمَ آيَةً مِنْ كِتَابِ اللهِ عَزَّ وَجَلَّ كَانَ لَهُ ثَوَابُهَا مَا تَلِيَتْ. اَلسِّلْسِلَةُ الصَّحِيْحَةُ 1335.
Rasulullah ﷺ telah bersabda, “Barangsiapa yang mengajarkan satu ayat saja dari Al-Qur`an, maka dia akan terus mendapatkan pahalanya, selama ayat tersebut dibaca,” (As-Silsilah Ash-Shahihah, no. 1335).
عَنْ مُعَاوِيَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ: أَنَّ الرَّسُوْلَ ﷺ خَرَجَ عَلَى حَلْقَةٍ مِنْ أَصْحَابِهِ فَقَالَ: مَا يَجْلِسُكُمْ؟ فَقَالُوْا: جَلَسْنَا نَذْكُرُ اللهَ تَعَالَى وَ نَحْمَدُهُ عَلَى مَا هَدَانَا الْإِسْلَامَ وَ مَنَّ عَلَيْنَا بِهِ، فَقَالَ: أَتَانِيْ جِبْرِيْلُ ﷺ فَأَخْبَرَنِيْ أَنَّ اللهَ تَعَالَى يُبَاهِيْ بِكُمُ الْمَلَائِكَةَ. صَحِيْحُ مُسْلِمٍ.
Dari Mu’awiyah RA, “Bahwasanya Rasulullah ﷺ pernah keluar mendatangi sekumpulan orang di masjid, lalu beliau bersabda, “Apakah yang menyebabkan kalian duduk di sini?” Maka mereka pun menjawab, “Kami duduk untuk berdzikir (mengingat) Allah dan memuji-Nya karena Dia telah menunjukkan kami semua kepada Islam dan mengaruniakan kenikmatan Islam itu kepada kami.” Beliau bersabda, “Jibril telah datang kepadaku dan memberitahukan kepadaku sesungguhnya Allah membanggakan kalian di hadapan para malaikat-Nya,” (Shahih Muslim).
عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ﷺ : إِذَا قَرَأَ ابْنُ آدَمَ السَّجْدَةَ فَسَجَدَ اعْتَزَلَ الشَّيْطَانُ يَبْكِيْ يَقُوْلُ: يَا وَيْلَهُ، وَ فِيْ رِوَايَةٍ (يَا وَيْلِيْ) أُمِرَ ابْنُ آدَمَ بِالسُّجُوْدِ فَسَجَدَ فَلَهُ الْجَنَّةَ وَ أُمِرْتُ بِالسُّجُوْدِ فَأَبَيْتُ فَلِيَ النَّارُ. صَحِيْحُ مُسْلِمٍ.
Dari Abu Hurairah RA, dia berkata, telah bersabda Rasulullah ﷺ, “Jika seorang anak Adam membaca ayat Sajdah, lalu dia sujud, maka setan akan menjauhinya sambil menangis. Setan pun akan berkata, “Celakalah aku.” Di dalam sebuah riwayat, “Aduh, celakalah aku. Anak Adam disuruh sujud, dia pun bersujud, maka baginya surga, sedangkan aku sendiri diperintahkan untuk sujud, namun aku enggan, maka bagiku neraka,” (Shahih Muslim).
عَنِ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ﷺ : لَا حَسَدَ إِلَّا فِيْ اثْنَتَيْنِ: رَجُلٌ آَتَاهُ اللهُ الْقُرْآنَ فَهُوَ يَتْلُوْهُ آنَاءَ اللَّيْلِ وَ آنَاءَ النَّهَارِ وَ رَجُلٌ آتَاهُ اللهُ مَالًا فَهُوَ يُنْفِقُهُ آنَاءَ اللَّيْلِ وَ آنَاءَ النَّهَارِ. الْبُخَارِيُّ وَ مُسْلِمٌ.
Dari Ibnu Umar RA, dia berkata, telah bersabda Rasulullah ﷺ, “Tidak boleh hasad (iri) kecuali pada dua perkara, yaitu : Seseorang yang telah diberi (faham dan hafal) Al-Qur`an oleh Allah, sehingga dia membacanya sepanjang malam dan siang, dan seseorang diberi karunia harta oleh Allah, sehingga dia dapat membelanjakannya (pada kebenaran) sepanjang malam dan siang,” (HR Al-Bukhari dan Muslim).
عن أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّهُ كَانَ يَقُوْلُ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ﷺ مَا أَذِنَ اللهُ لِشَيْءٍ مَا أَذِنَ لِنَبِيٍّ يَتَغَنَّى بِالْقُرْآنِ. (رَوَاهُ الْبُخَارِيُّ وَ مُسْلِمٌ)
Dari Abu Hurairah RA bahwasanya dia pernah berkata, telah bersabda Rasulullah ﷺ, “Allah tidak pernah memberikan idzin kepada suatu perkara seperti Allah memberikan idzin kepada Nabi untuk melagukan Al-Qur`an.” (HR Al-Bukhari dan Muslim).
عَنْ عَائِشَةَ عَنِ النَّبِيِّ ﷺ قَالَ: مَثَلُ الَّذِيْ يَقْرَأُ الْقُرْآنَ وَ هُوَ حَافِظٌ لَهُ مَعَ السَّفَرَةِ الْكِرَامِ وَ مَثَلُ الَّذِيْ يَقْرَأُ وَ هُوَ يَتَعَاهَدُهُ وَ هُوَ عَلَيْهِ شَدِيْدٌ فَلَهُ أَجْرَانِ. الْبُخَارِيُّ وَ مُسْلِمٌ.
Dari Aisyah RA dari Nabi ﷺ beliau bersabda, “Perumpamaan orang yang membaca Al-Qur`an dan dia menghafalnya, maka dia akan bersama para malaikat yang mulia dan perumpamaan orang yang membiasakan membaca Al-Qur`an tetapi dia kesusahan, maka dia akan mendapatkan dua pahala.” (HR Al-Bukhari dan Muslim).
عَنْ أَبِيْ مُوْسَى الأَشْعَرِيِّ رضي الله عنه قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ﷺ : مَثَلُ المُؤْمِنِ الذي يَقْرَأُ القُرْآنَ، كمَثَل الأُتْرُجَّةِ، رِيحُها طَيِّبٌ وطَعْمُها طَيِّبٌ، ومَثَلُ المُؤْمِنِ الذي لا يَقْرَأُ القُرْآنَ كمَثَلِ التَّمْرَةِ، لا رِيحَ لها وطَعْمُها حُلْوٌ، و مَثَلُ المُنافِقِ الذي يَقْرَأُ القُرْآنَ، مَثَلُ الرَّيْحانَةِ، رِيحُها طَيِّبٌ وطَعْمُها مُرٌّ، و مَثَلُ المُنافِقِ الذي لا يَقْرَأُ القُرْآنَ، كَمَثَلِ الحَنْظَلَةِ، ليسَ لها رِيحٌ و طَعْمُها مُرٌّ. البخاري ومسلم
Dari Abu Musa Al-Asy’ari RA, dia berkata, “Rasulullah ﷺ bersabda, ‘Perumpamaan seorang mukmin yang suka membaca Al-Qur`an seperti buah Utrujah, baunya harum dan rasanya enak dan perumpamaan seorang mukmin yang tidak suka membaca Al-Qur`an seperti buah kurma, tidak berbau namun rasanya manis dan perumpamaan seorang munafik yang suka membaca Al-Qur`an seperti buah Raihanah, baunya harum tapi rasanya pahit dan perumpamaan seorang munafik yang tidak suka membaca Al-Qur`an seperti buah Hanzhalah, tidak berbau dan rasanya pahit.’” (HR Al-Bukhari dan Muslim).
قَالَ طَلْحَةُ بْنُ مُصْرِفٍ: سَأَلْتُ عَبْدَ اللهِ بْنَ أَبِيْ أَوْفَى رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا: هَلْ كَانَ النَّبِيُّ ﷺ أَوْصَى؟ فَقَالَ: لَا، فَقُلْتُ: كَيْفَ كَتَبَ على الناس الوصية أو أمروا بالوصية؟ قال أوصى بكتاب الله. صَحِيْحُ الْبُخَارِيِّ
Thalhah bin Mushrif berkata, “Aku pernah bertanya kepada Abdullah bin Abu Aufa RA, ‘Aku pernah bertanya kepada Abdullah bin Aufa RA, ‘Apakah Nabi ﷺ pernah berwasiat?’ Abdullah menjawab, “Tidak.” Aku bertanya lagi, “Bagaimana beliau jika menulis wasiat kepada orang-orang atau mereka diperintahkan dengan sebuah wasiat?” Dia berkata, “Beliau berwasiat dengan Kitabullah.” Al-Hafizh berkata mengenai ucapannya, (“Bagaimana beliau jika menulis wasiat kepada orang-orang.”) atau bagaimana (ketika mereka diperintahkan dengan sebuah wasiat?”) maksudnya bagaimana ketika kaum muslimin diperintahkan sesuatu sedangkan Nabi ﷺ tidak melakukannya.” (HR Al-Bukhari).
عَنْ عُثْمَانَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ : عَنِ النَّبِيِّ ﷺ قَالَ: خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَ عَلَّمَهُ. (رواه البخاري)
Hadits Utsman RA, dari Nabi ﷺ, beliau bersabda, “Orang yang paling baik di dantara kalian adalah orang yang belajar Al-Qur`an dan mengajarkannya.” (HR Al-Bukhari).
قَالَ عُمَرُ رضي الله عنه: أَمَّا إِنَّ نَبِيَّكُمْ ﷺ قَدْ قَالَ: إِنَّ اللهَ يَرْفَعُ بِهَذَا الْكِتَابِ أَقْوَامًا وَ يَضَعُ بِهِ آخَرِيْنَ. (صَحِيْحُ مُسْلِمٍ)
Umar RA berkata, “Ingatlah, sesungguhnya Nabi kalian ﷺ telah bersabda, ‘Sesungguhnya Allah akan mengangkat orang-orang dengan Al-Qur`an ini dan Dia juga merendahkan yang lainnya dengan Al-Qur`an ini.” (HR Muslim, no. 1898).
عَنْ أَبِىْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ: عَنِ النَّبِيَّ ﷺ قَالَ: يَجِيْءُ صَاحِبُ الْقُرْآنِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ، فَيَقُوْلُ: يَا رَبِّ حُلَّهُ، فَيُلْبَسُ تَاجُ الْكَرَامَةِ، ثُمَّ يَقُوْلُ: يَا رَبِّ زِدْهُ فَيُلْبَسُ حُلَّةُ الْكَرَامَةِ، ثُمَّ يَقُوْلُ: يَا رَبِّ ارْضَ عَنْهُ، فَيُقَالُ اقْرَأْ وَ ارْقَ وَ يُزَادُ بِكُلِّ آيَةٍ حَسَنَةً. (حَسَنٌ، صَحِيْحُ الْجَامِعِ:8030)
Hadits dari Abu Hurairah RA dari Nabi ﷺ beliau bersabda, “Penghafal Al-Qur`an akan dihadirkan pada hari Kiamat, lalu Al-Qur`an berkata, “Wahai Rabb, hiasilah dia, maka dipakaikanlah mahkota kemuliaan.” Kemudian Al-Qur`an berkata, “Wahai Rabb, tambahkanlah baginya, maka dipakaikanlah baginya pakaian kemuliaan.” Kemudian Al-Qur`an berkata (lagi), “Wahai Rabb, ridhailah dia.” Maka (Allah pun meridhainya), lalu dikatakan kepadanya, “Bacalah dan naiklah, ditambah baginya bagi setiap ayat satu kebaikan,” (Hadits Hasan, di dalam Shahihul Jami, no. 8030).
عَنْ أَبِيْ مُوْسَى الأَشْعَرِيِّ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ﷺ: إِنَّ مِنْ إِجْلَالِ اللهِ إِكْرَامُ ذِيْ الشَّيْبَةِ الْمُسْلِمِ وَ حَامِلِ الْقُرْآنِ غَيْرِ الْغَالِيْ فِيْهِ وَ الْجَافِيْ عَنْهُ وَ إِكْرَامُ ذِيْ السُّلْطَانِ الْمُقْسِطِ. (حَسَنٌ، صَحِيْحُ الْجَامِعِ : 2199)
Dari Abu Musa Al-Asy’ari RA, dia berkata, telah bersabda Rasulullah ﷺ, “Termasuk dari kemuliaan Allah adalah dihormatinya seorang muslim yang telah beruban, para pembaca Al-Qur`an yang tidak bersikap belebihan di dalamnya dan tidak pula bersikap jauh darinya dan penguasa yang adil,” (Hadits Hasan, Shahihul Jami, no. 2199).
عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ مَسْعُوْدٍ رَضِي اللهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ﷺ: مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ وَ الْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا لَا أَقُوْلُ (الم) حَرْفٌ وَ لَكِنْ: أَلِفٌ حَرْفٌ وَ لَامٌ حَرْفٌ وَ مِيْمٌ حَرْفٌ. صَحِيْحُ الْجَامِعِ:6469
Hadits dari Abdullah bin Mas’ud RA dia berkata, telah bersabda Rasulullah ﷺ, “Barangsiapa yang membaca satu huruf dari Al-Qur`an, maka baginya satu kebaikan, dan satu kebaikan itu akan dilipatgandakan sepuluh kalinya. Aku tidak mengatakan bahwa ألم (Alif Lâm Mîm) itu satu huruf, akan tetapi alif satu huruf, lam satu huruf, dan mim satu huruf,” (Shahihul Jami, no. 6469).
حَدِيْثُ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ عَنِ النَّبِيِّ ﷺ قَالَ: مَا اجْتَمَعَ قَوْمٌ فِيْ بَيْتٍ مِنْ بُيُوْتِ اللهِ يَتْلُوْنَ كِتَابَ اللهِ وَ يَتَدَارَسُوْنَهُ فِيْمَا بَيْنَهُمْ إِلَّا نَزَلَتْ عَلَيْهِمُ السَّكِيْنَةُ وَ غَشِيَتْهُمُ الرَّحْمَةُ وَ حَفَّتْهُمُ الْمَلَائِكَةُ وَ ذَكَرَهُمُ اللهُ فِيْمَنْ عِنْدَهُ. (رواه مسلم)
Hadits Abu Hurairah RA dari Nabi ﷺ, beliau bersabda, “Tidaklah suatu kaum berkumpul di sebuah rumah di antara rumah-rumah Allah, mereka membaca Kitabullah dan saling mempelajari di antara mereka, kecuali akan turun kepada mereka ketenangan, dipenuhi dengan rahmat serta para malaikat akan menaungi mereka dan mereka akan disebutkan oleh Allah di hadapan para malaikat yang berada di sisi-Nya,” (HR Muslim).
عَنْ جَابِرٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ كَانَ رَسُوْلُ اللهِ ﷺ يَجْمَعُ بَيْنَ الرَّجُلَيْنِ مِنْ قَتْلَى أُحُدٍ فِيْ ثَوْبٍ وَاحِدٍ ثُمَّ يَقُوْلُ: أَيُّهُمْ أَكْثَرُ أخْذًا لِلْقُرْآنِ؟ فَإِذَا أَشِيْرَ إِلَى أَحَدِهِمَا قَدَّمَهُ فِيْ اللَّحْدِ. (رواه الْبُخَارِيُّ).
Hadits Jabir RA, “Adalah Rasulullah ﷺ pernah menggabungkan dalam satu kain dua orang laki-laki yang gugur dalam perang Uhud, lalu bersabda: “Siapakah di antara mereka yang lebih banyak hafalan Al-Qur`annya?” Tiba-tiba beliau diberi tahu kepada salah satu di antara keduanya, maka beliau mendahulukannya di dalam liang lahad,” (HR Al-Bukhari).
عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ عَمْرٍو رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ﷺ: يُقَالُ لِصَاحِبِ الْقُرْآنِ اقْرَأْ وَ ارْتَقِ وَ رَتِّلْ كَمَا كُنْتَ تُرَتِّلُ فِيْ الدُّنْيَا فَإِنَّ مَنْزِلَتَكَ عِنْدَ آخِرِ آيَةٍ تَقْرَؤُهَا. صَحِيْحُ الْجَامِعِ8122.
Dari Abdullah bin Amer RA, dia berkata, telah bersabda Rasulullah ﷺ, “Akan dikatakan kepada para penghafal Al-Qur`an, ‘Bacalah dan mendakilah, dan bacalah dengan tartil, sebagaimana engkau membacanya secara tartil di dunia, karena kedudukanmu adalah di akhir ayat yang engkau baca,” (Shahihul Jami, no. 8122).
عَنْ أَبِيْ أُمَامَةَ الْبَاهِلِيِّ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ ﷺ يَقُوْلُ: اقْرَؤُوْا الْقُرْآنَ فَإِنَّهُ يَأْتِيْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيْعًا لأَصْحَابِهِ. (رواه مُسْلِمٍ).
Dari Abu Umamah Al-Bahili RA, dia berkata, “Aku pernah mendengar Rasulullah ﷺ bersabda, “Bacalah Al-Qur`an, sebab Al-Qur`an akan datang di hari Kiamat kelak sebagai pemberi syafaat kepada para pembacanya,” (HR Muslim).
عَنْ أَنَسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ﷺ: إِنَّ ِللهِ تَعَالَى أَهْلِيِّيْنَ مِنَ النَّاسِ، قَالُوْا: يَا رَسُوْلَ اللهِ مَنْ هُمْ؟ قَالَ: هُمْ أَهْلُ الْقُرْآنِ أَهْلُ اللهِ وَ خَاصَّتُهُ. صَحِيْحُ الْجَامِعِ2165.
Dari Anas RA dia berkata, telah bersabda Rasulullah ﷺ, “Sesungguhnya Allah memiliki orang-orang khusus (Ahliyyin) dari kalangan manusia.” Mereka (para sahabat) bertanya, “Wahai Rasulullah, siapakah mereka itu?” Beliau menjawab, “Mereka adalah Ahlu Al-Qur`an (Para Penghafal Al-Qur`an), Ahlullah (Para Pecinta Allah) dan orang-orang khusus-Nya,” (Shahihul Jami, no. 2165).
عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا قَالَ: بَيْنَمَا جِبْرِيْلُ قَاعِدٌ عِنْدَ النَّبِيِّﷺ سَمِعَ نَقِيْضًا مِنْ فَوْقِهِ فَرَفَعَ رَأْسَهُ فَقَالَ: هَذَا بَابٌ مِنَ السَّمَاءِ فُتِحَ الْيَوْمَ، لَمْ يُفْتَحُ قَطُّ إِلَّا الْيَوْمَ، فَنَزَلَ مِنْهُ مَلَكٌ فَقَالَ: هَذَا مَلَكٌ نَزَلَ إِلَى الْأَرْضِ، لَمْ يَنْزِلْ قَطُّ إِلَّا الْيَوْمَ، فَسَلَّمَ وَ قَالَ: أَبْشِرْ بِنُوْرَيْنِ أَوْتِيْتَهُمَا، لَمْ يُؤْتِهِمَا نَبِيٌّ قَبْلَكَ؛ فَاتِحَةَ الْكِتَابِ، وَ خَوَاتِيْمَ سُوْرَةِ الْبَقَرَةِ، لَنْ تَقْرَأَ بِحَرْفٍ مِنْهُمَا إِلَّا أُعْطِيْتَهُ.
Dari Ibnu Abbas R.A. berkata, “Ketika Jibril duduk di dekat Nabi ﷺ, Jibril mendengar suara dari atas, dan dia mengangkat kepalanya seraya berkata, “Ini adalah sebuah pintu di langit yang dibuka hari, padahal sebelumnya tidak pernah kecuali hari ini.” Maka turunlah seorang malaikat dari pintu tersebut. Jibril berkata, “Ini adalah seorang malaikat yang turun ke bumi, dia tidak pernah turun ke bumi kecuali hari ini.” Maka dia mengucapkan salam, seraya berkata, “Bergembiralah dengan dua cahaya yang akan diberikan kepadamu, yang tidak pernah diberikan kepada seorang nabi sebelum kamu, yaitu surah Al-Fatihah dan ayat-ayat akhir surah Al-Baqarah. Tidaklah kamu membacanya sehuruf pun dari kedua surah tersebut, kecuali akan diberikan kepadamu.” (HR Muslim, no. 806).
