Hadits-hadits yang shahih mengenai surah Al-Ikhlas, Al-Falaq dan Annas.
قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ﷺ : يَا عُقْبَةُ أَلَا أُعَلِّمُكَ سُوَرًا مَا أُنْزِلَتْ فِيْ التَّوْرَاةِ وَ لَا فِيْ الزَّبُوْرِ وَ لَا فِيْ الْإِنْجِيْلِ وَ لَا فِيْ الْفُرْقَانِ مِثْلَهُنَّ، لَا يَأْتِيْنَ عَلَيْكَ إِلَّا قَرَأْتَهُنَّ فِيْهَا، قُلْ هُوَ اللهُ أَحَدٌ، وَ قُلْ أَعُوْذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ وَ قُلْ أَعُوْذُ بِرَبِّ النَّاسِ.
“Rasulullah ﷺ bersabda kepadaku, “Wahai Uqbah (bin Amir), maukah engkau aku ajari beberapa surah yang belum pernah diturunkan semisalnya, baik di dalam Taurat, Zabur, Injil atau dalam Al-Furqan (Al-Qur`an)? Jangan sampai surat-surat tersebut mendatangimu di suatu malam, kecuali engkau harus membacanya di malam itu, yaitu surah Al-Ikhlas, Al-Falaq dan An-Nas.” (Silsilatul Ahadits Ash-Shahihah, no. 2861).
عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ قَالَ أَقْبَلْتُ مَعَ النَّبِيِّ ﷺ فَسَمِعَ رَجُلًا يَقْرَأُ ُقْل هُوَ اللهُ أَحَدٌ، اَللهُ الصَّمَدُ، َفَقَالَ رَسُوْلُ اللهﷺ : وَجَبَتْ، قُلْتُ وَ مَا وَجَبَتْ؟ قَالَ الْجَنَّةَ.
Dari Abu Hurairah berkata, “Aku pernah menghadap bersama Nabi ﷺ, kemudian beliau mendengar seorang lelaki sedang membaca ‘qul huwallâhu ahad,’ kemudian Rasululloh ﷺ bersabda, “Wajiblah.” Aku pun bertanya, “Wajib apa?” Rasulullah bersabda, “Wajib masuk surga.” (HR At-Tirmidzi, dan dishaihkan oleh Al-Albani, no. 2829).
عَنْ مُعَاذٍ بْنِ عَبْدِ اللهِ بْنِ خَبِيْبٍ بْنِ أُبَيَّةَ قَالَ: خَرَجْنَا فِيْ لَيْلَةٍ مُطِيْرَةٍ وَ ظُلْمَةٍ شَدِيْدَةٍ نَطْلُبُ رَسُوْلَ اللهِ ﷺ يُصَلِّيْ لَنَا، قَالَ: فَأَدْرَكْتُهُ فَقَالَ: قُلْ فَلَمْ أَقُلْ شَيْئًا ثُمَّ قَالَ : قُلْ فَلَمْ أَقُلْ شَيْئًا قَالَ: قُلْ فَقُلْتُ مَا أَقُوْلُ، قَالَ: قُلْ هُوَ اللهُ أَحَدٌ وَ الْمُعَوِّذَتَيْنِ حِيْنَ تُمْسِيْ وَ تُصْبِحُ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ تَكْفِيْكَ مِنْ كُلِّ شَيْءٍ.
“Dari Mu’adz bin Abdullah bin Khubaib bin Ubayyah dia berkata, ‘Kami pernah keluar pada malam hari di saat turun hujan dan sangat gelap, kami mencari Rasulullah ﷺ agar beliau memimpin shalat (sebagai imam) untuk kami. Maka beliau bersabda, “Katakanlah, hai Muadz!” Tetapi aku tidak mengatakan apa-apa. Beliau bersabda lagi, “Katakanlah, hai Muadz!” Tetapi aku tidak mengatakan apa-apa. Beliau bersabda lagi, “Katakanlah, hai Muadz!” Maka aku bertanya, “Apa yang harus aku katakan?” Beliau menjawab, “Katakanlah, “Dialah Allah, yang Mahaesa, (bacalah surah Al-Ikhlas dan dua surah perlindungan (surah Al-Falaq & An-Nas) ketika sore dan pagi hari sebanyak tiga kali, maka itu semua akan melindungimu dari segala sesuatu (keburukan).” (HR At-Tirmidzi, dan dishaihkan oleh Al-Albani, no. 2829).
قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ﷺ : مَنْ قَرَأَ قُلْ هُوَ اللهُ أَحَدٌ، حَتَّى يَخْتِمَهَا عَشْرَ مَرَّاتٍ بَنَى اللهُ لَهُ قَصْرًا فِيْ الْجَنَّةِ.
Rasulullah ﷺ bersabda, “Barangsiapa yang membaca surah Al-Ikhlash sampai selesai sebanyak sepuluh kali, maka Allah akan membangun sebuah istana untuknya di surga.” (Silsilatul Ahadits Ash-Shahihah, no. 589).
عَنْ أَنَسٍ أَنَّ رَجُلًا قَالَ: يَا رَسُوْلَ اللهِ إِنِّيْ أُحِبُّ هَذِهِ السُّوْرَةِ قُلْ هُوَ اللهُ أَحَدٌ،فَقَالَ: إِنَّ حُبَّكَ إِيَّاهَا يُدْخِلُكَ الْجَنَّةَ.
Dari Anas bahwa ada seseorang yang berkata, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku (sangat) mencintai surah ini, yaitu surah Al-Ikhlash.” Beliau bersabda, “Sesungguhnya rasa cintamu pada surah tersebut akan memasukkanmu ke dalam surga.” (Silsilatul Ahadits Ash-Shahihah, no. 2323).
عَنْ أَبِيْ الدَّرْدَاءِ عَنِ النَّبِيِّ ﷺ : أَيَعْجِزُ أَحَدُكُمْ أَنْ يَقْرَأَ فِيْ لَيْلَةٍ ثُلُثَ الْقُرْآنِ؟ قَالُوْا: وَ كَيْفَ يَقْرَأُ ثُلُثَ الْقُرْآنِ؟ قَالَ: قُلْ هُوَ اللهُ أَحَدٌ تَعْدِلُ ثُلُثَ الْقُرْآنِ.
Dari Abu Darda dari Nabi ﷺ, “Sanggupkah seseorang dari kalian untuk membaca sepertiga Al-Qur`an dalam semalam?” Mereka bertanya, “Bagaimana caranya dia mampu untuk membaca sepertiga Al-Qur`an?” Beliau bersabda, “Surah Al-Ikhlas itu sama dengan sepertiga Al-Qur`an.” (HR Muslim, no. 811).
قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ﷺ قُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُوْنَ تَعْدِلُ رُبْعَ الْقُرْآنِ.
Rasulullah ﷺ bersabda, “Surah Al-Kafirun menyamai seperempat Al-Qur`an.” (Silsilatul Ahadits Ash-Shahihah, no. 586).
عَنْ فَرْوَةَ بْنِ نَوْفَلٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّهُ أَتَى النَّبِيَّ ﷺ فَقَالَ : يَا رَسُوْلَ اللهِ عَلِّمْنِيْ شَيْئًا أَقُوْلُهُ إِذَا أَوَيْتُ إِلَى فِرَاشِيْ، فَقَالَ: اِقْرَأْ قُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُوْنَ فَإِنَّهَا بَرَاءَةٌ مِنَ الشِّرْكِ، قَالَ شُعْبَةُ أَحْيَانًا يَقُوْلُ مَرَّةً وَ أَحْيَانًا لَا يَقُوْلُهَا.
Dari Farwah bin Naufal R.A. bahwasanya dia (Naufal) pernah menemui Nabi ﷺ seraya berkata, “Wahai Rasulullah, ajarkanlah kepadaku sesuatu yang harus saya baca ketika aku akan pergi ke kasurku (beranjak tidur).” Maka beliau ﷺ bersabda, “Bacalah olehmu surah Al-Kafirun, karena surah tersebut mengandung pembebasan diri dari kesyirikan.” Syu’bah berkata, “Terkadang Naufal membacanya sekali dan terkadang tidak membacanya.” (HR At-Tirmidzi, dan dishahihkan oleh Al-Albani, no. 2709).
عَنْ جَابِرٍ قَالَ: كَانَ رَسُوْلُ اللهِ ﷺ لَا يَنَامُ حَتَّى يَقْرَأَ آلَمّ تَنْزِيْلُ، السَّجْدَةَ، وَ تَبَارَكَ الَّذِيْ بِيَدِهِ الْمُلْكُ.
Dari Jabir, dia berkata, “Adalah Nabi ﷺ tidak pernah tidur sebelum beliau membaca Alif Lam Mim Tanzil (surah As-Sajdah) dan Tabârakalladzî Biyadihil Mulk (surah Al-Mulk).” (HR At-Tirmidzi, dan dishahihkan oleh Al-Albani, no. 2316).
عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ عَنِ النَّبِيِّ ﷺ قَالَ: إِنَّ سُوْرَةً مِنَ الْقُرْآنِ ثَلَاثُوْنَ آيَةً شَفَعَتْ لِرَجُلٍ حَتَّى غَفَرَ لَهُ وَ هِيَ سُوْرَةُ تَبَارَكَ الَّذِيْ بِيَدِهِ الْمُلْكُ.
Dari Abu Hurairah R.A. dari Nabi ﷺ beliau bersabda, “Sesungguhnya ada sebuah surah di dalam Al-Qur`an yang berjumlah 30 ayat yang akan memberikan syafaat kepada seseorang sampai dia dimaafkan, yaitu surah Tabârakal ladzî biyadihil mulku (surah Al-Mulku).” (HR At-Tirmidzi, dan dishahihkan oleh Al-Albani, no. 2315).
عَنْ أَنَسٍ أَنَّهَا نَزَلَتْ عَلَى النَّبِيِّﷺ مَرْجِعَهُ مِنْ الْحُدَيْبِيَةِ وَ أَصْحَابُهُ يُخَالِطُوْنَ الْحُزْنَ وَ الْكَآبَةَ وَ قَدْ حِيْلَ بَيْنَهُمْ وَ بَيْنَ مَسَاكِنِهِمْ وَ نَحَرُوْا الْهَدْيَ بِالْحُدَيْبِيَةِ (إِنَّا فَتَحْنَا لَكَ فَتْحًا مُبِيْنًا إِلَى قَوْلِهِ (صِرَاطًا مُسْتَقِيْمًا) قَالَ: لَقَدْ أُنْزِلَتْ عَلَيَّ آيَتَانِ هُمَا أَحَبُّ إِلَيَّ مِنَ الدُّنْيَا جَمِيْعًا).
Dari Anas bin Malik bahwasanya telah turun sebuah ayat kepada Nabi ﷺ ketika Nabi beranjak meninggalkan Hudaibiyah dan wajah para sahabat pada saat itu terlihat sedih dan murung akibat dihalangi kaum musyrikin untuk menunaikan ibadah haji, sehingga mereka (terpaksa) menyembelih hewan qurban di Hudaibiyah, (turunlah ayat), “Sungguh, Kami telah memberikan kepadamu kemenangan yang nyata. Agar Allah memberikan ampunan kepadamu (Muhammad) atas dosamu yang lalu dan yang akan datang, serta menyempurnakan nikmat-Nya atasmu dan menunjukimu ke jalan yang lurus.” Beliau pun bersabda, “Sesungguhnya Allah telah menurunkan kepadaku dua ayat yang lebih aku cintai daripada dunia dan isinya.” (HR Ahmad, dan dishahihkan oleh Al-Albani di dalam Shahihul Jami no. 5121).
وَ قَالَ ﷺ : مَنْ قَرَأَ سُوْرَةَ الْكَهْفِ فِيْ يَوْمِ الْجُمُعَةِ أَضَاءَ لَهُ مِنَ النُّوْرِ مَا بَيْنَ الْجُمُعَتَيْنِ.
Beliau ﷺ bersabda, “Barangsiapa yang membaca surat Al-Kahfi pada hari Jum’at, niscaya dia akan diterangi oleh surah Al-Kahfi tersebut di antara kedua Jum’at.” (Hadits ini dishahihkan oleh Al-Albani di dalam Shahihut Targhib wat Tarhib no. 736).
وَ قَالَ ﷺ : مَنْ قَرَأَ سُوْرَةَ الْكَهْفِ لَيْلَةَ الْجُمُعَةِ أَضَاءَ لَهُ مِنَ النُّوْرِ مَا بَيْنَهُ وَ بَيْنَ الْبَيْتِ الْعَتِيْقِ.
Beliau ﷺ bersabda, “Barangsiapa yang membaca surat Al-Kahfi pada hari Jum’at, niscaya dia akan diterangi oleh surah Al-Kahfi tersebut di antara dia dan Ka’bah.” (Hadits ini dishahihkan oleh Al-Albani di dalam Shahihut Targhib wat Tarhib no. 736).
وَ قَالَ ﷺ مَنْ قَرَأَ سُوْرَةَ الْكَهْفِ [كَمَا أُنْزِلَتْ] كَانَتْ لَهُ نُوْرًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ، مِنْ مَقَامِهِ إِلَى مَكَّةَ، وَ مَنْ قَرَأَ عَشْرَ آيَاتٍ مِنْ آخِرِهَا ثُمَّ خَرَجَ الدَّجَّالُ لَمْ يَضُرْهُ، وَ مَنْ تَوَضَّأَ فَقَالَ: سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَ بِحَمْدِكَ [أَشْهَدُ أَنْ] لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ، أَسْتَغْفِرُكَ وَ أَتُوْبُ إِلَيْكَ، كُتِبَ فِيْ رَقٍّ، ثُمَّ جُعِلَ فِيْ طَابعٍ، فَلَمْ يُكْسَرْ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ.
Rasulullah ﷺ bersabda, “Barangsiapa yang membaca surah Al-Kahfi sebagaimana diturunkan, maka dia akan mendapatkan cahaya pada Hari Kiamat dari tempat berdirinya hingga sampai ke Mekkah dan barangsiapa yang membaca sepuluh ayat di akhir surah Al-Kahfi, maka ketika Dajjal telah keluar, Dajjal tidak akan bisa menyakitinya, dan barangsiapa yang berwudhu, kemudian dia berkata, “Mahasuci Engkau wahai Allah, dan dengan memuji-Mu, (aku bersaksi bahwa) tidak ada tuhan kecuali Engkau, aku memohon ampunan dan bertaubat kepada-Mu,” maka akan dituliskan di dalam lembaran berwarna putih kemudian distempel dan tidak akan hancur sampai hari Kiamat.” (Silsilatul Ahadits Ash-Shahihah, no. 2651).
قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ﷺ: مَنْ حَفِظَ عَشْرَ آيَاتٍ مِنْ أَوَّلِ سُوْرَةِ الْكَهْفِ عُصِمَ مِنْ فِتْنَةِ الدَّجَّالِ.
Rasulullah ﷺ bersabda, “Barangsiapa yang hafal sepuluh ayat di awal surah Al-Kahfi, maka dia akan diselamatkan dari godaan Dajjal.” (Silsilatul Ahadits Ash-Shahihah, no. 582).
عَنْ أَبِيْ الدَّرْدَاءِ أَنَّ النَّبِيَّ ﷺ قَالَ: مَنْ حَفِظَ عَشْرَ آيَاتٍ مِنْ أَوَّلِ سُوْرَةِ الْكَهْفِ عُصِمَ مِنَ الدَّجَّالِ، وَ فِيْ رِوَايَةٍ مِنْ آخِرِ سُوْرَةِ الْكَهْفِ.
Dari Abu Ad-Darda R.A. bahwasanya Nabi ﷺ telah bersabda, “Barangsiapa yang hafal sepuluh ayat di awal surah Al-Kahfi, maka dia akan diselamatkan dari Dajjal.” Dalam riwayat lain, “Di akhir surah Al-Kahfi.” (HR Muslim, no. 809).
عَنْ الْعِرْبَاضِ بْنِ سَارِيَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ النَّبِيَّ ﷺ كَانَ لَا يَنَامُ حَتَّى يَقْرَأَ الْمُسَبِّحَاتِ وَ يَقُوْلَ فِيْهَا آيَةً خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ آيَةٍ، الْمُسَبِّحَاتِ: هِيَ السُّوَرُ الَّتِيْ تُفْتَتَحُ بِقَوْلِهِ تَعَالَى سَبِّحْ أَوْ يُسَبِّحُ..وَ هُنَّ سُوَرُ الإِسْرَاءِ، الْحَدِيْدِ، الْحَشْرِ، الصَّفِّ، الْجُمُعَةِ، التَّغَابُنِ وَ الْأَعْلَى.
Dari Irbadh bin Sariyah R.A. bahwasanya Nabi ﷺ tidak akan tidur sebelum membaca surah-surah Al-Musabbihat dan beliau bersabda, “Di dalamnya terdapat sebuah ayat yang lebih baik dari seribu ayat yang lain.” Al-Musabbihat adalah surah-surah yang diawali dengan firman Allah Ta’ala, “Sucikanlah atau bertasbih,” seperti surah Al-Isra, Al-Hadid, Al-Hasyer, Al-Shaf, Al-Jumuah, At-Taghabun dan Al-A’la,” (HR At-Tirmidzi, dan dishahihkan oleh Al-Albani, no. 2712).
قَالَتْ عَائِشَةُ رَضِيَ اللهُ عَنْهَا: كَانَ النَّبِيُّ ﷺ لَا يَنَامُ حَتَّى يَقْرَأَ الزَّمَرَ وَ بَنِيْ إِسْرَائِيْلَ (أَيْ سُوْرَةَ الْإِسْرَاءِ).
Aisyah R.A. berkata, “Adalah Nabi ﷺ tidak akan tidur sebelum membaca surah Az-Zumar dan surah Bani Israil atau surah Al-Isra.” (HR At-Tirmidzi dan dishahihkan oleh Al-Albani, no. 641).
قَالَ أَبُوْ أُمَامَةَ الْبَاهِلِيِّ: سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ ﷺ يَقُوْلُ: اقْرَءُوْا الْقُرْآنَ فَإِنَّهُ يَأْتِيْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيْعًا لِأَصْحَابِهِ، اقْرَءُوْا الزَّهْرَاوَيْنِ الْبَقَرَةَ وَ سُوْرَةَ آلِ عِمْرَانَ فَإِنَّهُمَا تَأْتِيَانِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ كَأَنَّهُمَا غَمَامَتَانِ أَوْ كَأَنَّهُمَا غَيَايَتَانِ أَوْ كَأَنَّهُمَا فُرْقَانَ مِنْ طَيْرٍ صَوَافٍّ تُحَاجَّانِ عَنْ أَصْحَابِهِمَا اقْرَءُوْا سُوْرَةَ الْبَقَرَةِ فَإِنَّ أَخْذَهَا بَرَكَةً وَ تَرْكَهَا حَسْرَةً وَ لَا تَسْتَطِيْعُهَا الْبَطَلَةُ.
Abu Umamah Al-Bahili berkata, “Aku pernah mendengar Rasulullah ﷺ bersabda, ‘Bacalah oleh kalian Al-Qur`an, karena Al-Qur`an akan memberikan syafaat kepada para pembacanya. Bacalah oleh kalian surah yang bercahaya, yaitu surah Al-Baqarah dan surah Alu Imran, karena keduanya akan datang pada hari Kiamat, seolah-olah dua gumpalan awan, atau seperti dua bayang-bayang, atau seperti dua gerombol burung-burung yang berbaris yang akan membela para pembacanya. Bacalah oleh kalian surah Al-Baqarah, karena jika kita menghafalnya merupakan suatu keberkahan dan meninggalkannya merupakan kerugian dan dan perkara ini tidak mungkin dilakukan oleh orang-orang yang jahat seperti tukang sihir.’” (HR Muslim, no. 804).
عَنِ النُّعْمَانِ بْنِ بَشِيْرٍ عَنِ النَّبِيِّﷺ قَالَ: إِنَّ اللهَ كَتَبَ كِتَابًا قَبْلَ أَنْ يَخْلُقَ السَّمَاوَاتِ وَ الأَرْضَ بِأَلْفَيْ عَامٍ أَنْزَلَ مِنْهُ آيَتَيْنِ خَتَمَ بِهِمَا سُوْرَةَ الْبَقَرَةِ، وَ لَا يُقْرَآنِ فِيْ دَارٍ ثَلَاثَ لَيَالٍ فَيَقْرُبُهَا شَيْطَانٌ.
Dari An-Nu’man bin Basyir dari Nabi ﷺ beliau bersabda, “Sesungguhnya Allah telah menulis sebuah kitab, dua ribu tahun sebelum menciptakan langit dan bumi. Dia menurunkan dari kitab itu dua ayat yang menjadi menutup surah Al-Baqarah dan tidaklah kedua ayat tersebut dibaca di dalam sebuah rumah selama tiga malam, kemudian rumah tersebut didekati oleh setan.” (HR At-Tirmidzi, dan dishahihkan oleh Al-Albani di dalam Shahih Al-Jami Ash-Shaghir no. 1799).
قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ﷺ : مَنْ قَرَأَ آيَةَ الْكُرْسِيِّ دُبُرَ كُلِّ صَلَاةٍ مَكْتُوْبَةٍ، لَمْ يَمْنَعْهُ مِنْ دُخُوْلِ الْجَنَّةِ إِلَّا أَنْ يَمُوْتَ.
Rasulullah ﷺ bersabda, “Barangsiapa yang membaca ayat Kursi setiap selesai shalat wajib, tidak ada yang menghalanginya masuk surga selain kematian.” (HR An-Nasai dan dishahihkan oleh Al-Albani di dalam Shahih Al-Jami Ash-Shaghir no. 6464).
عَنْ أَبِيْ مَسْعُوْدٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ النَّبِيُّﷺ: مَنْ قَرَأَ بِالآيَتَيْنِ مِنْ آخِرِ سُوْرَةِ الْبَقَرَةِ فِيْ لَيْلَةٍ كَفَتَاهُ.
Dari Abu Mas’ud R.A. dia berkata, telah bersabda Nabi ﷺ, “Barangsiapa yang membaca dua ayat ini dari akhir surah Al-Baqarah di suatu malam, maka kedua ayat ini akan menjaganya (dari keburukan).” (HR Al-Bukhari, no. 4008 dan Muslim, no. 807).
عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ ﷺ قَالَ: لَا تَجْعَلُوْا بُيُوْتَكُمْ مَقَابِرَ إِنَّ الشَّيْطَانَ يَنْفِرُ مِنَ الْبَيْتِ الَّذِيْ تُقْرَأُ فِيْهِ سُوْرَةُ الْبَقَرَةِ.
Dari Abu Hurairah R.A. bahwasanya Rasulullah ﷺ bersabda, “Janganlah kalian jadikan rumah kalian seperti kuburan, karena sesungguhnya setan akan lari dari rumah yang dibaca surah Al-Baqarah di dalamnya.” (HR Muslim, no. 780).
عَنْ أَبِيْ سَعِيْدٍ الْخُدْرِيِّ قَالَ: كُنَّا فِيْ مَسِيْرٍ لَنَا فَنَزَلْنَا، فَجَاءَتْ جَارِيَةٌ، فَقَالَتْ: إنَّ سَيِّدَ الحَيِّ سَلِيْمٌ، وَ إِنَّ نَفَرَنَا غَيْبٌ، فَهَلْ مِنْكُم رَاقٍ؟ فَقَامَ مَعَهَا رَجُلٌ مَا كُنَّا نَأْبُنُهُ بِرُقْيَةٍ، فَرَقَاهُ فَبَرَأَ، فَأمَرَ لَهُ بِثَلَاثِيْنَ شَاةً، وَ سَقَانَا لَبَنًا، فَلَمَّا رَجَعَ قُلْنَا لَهُ: أكُنْتَ تُحْسِنُ رُقْيَةً – أوْ كُنْتَ تَرْقِي؟ – قَالَ: لَا، مَا رَقَيْتُ إِلَّا بِأُمِّ الْكِتَابِ، قُلْنَا: لَا تُحْدِثُوْا شَيْئًا حَتَّى نَأْتِيَ – أوْ نَسْأَلَ – النَّبِيَّ ﷺ، فَلَمَّا قَدِمْنَا الْمَدِيْنَةَ ذَكَرْناهُ لِلنَّبِيِّ ﷺ فَقَالَ: وَ مَا كَانَ يُدْرِيْهِ أنَّهَا رُقْيَةٌ؟ اقْسِمُوْا وَ اضْرِبُوْا لِيْ بِسَهْمٍ.
Dari Abu Sa’id Al-Khudri R.A. dia berkata, “Ketika kami sedang dalam perjalanan, kemudian kami pun singgah di sebuah perkampungan. Tiba-tiba seorang budak perempuan mengadukan bahwa pemimpin kampung tersebut sedang sakit dan pengobat di kampung tersebut sedang tidak ada, (dia pun bertanya), “Apakah ada di antara kalian yang bisa meruqyahnya (mengobatinya)?” Maka ada seseorang yang berdiri dan berangkat bersamanya yang tidak kami perkirakan dia bisa meruqyahnya. Maka dia pun meruqyahnya dan sembuhnya sang kepala kampung tersebut. Kemudian dia memerintahkan untuk memberinya 30 ekor kambing dan dia pun memberi kami minum susu. Kemudian, ketika kami pulang, kami pun menanyakannya, “Apakah kamu pandai mengobati/meruqyah atau engkau bisa melakukannya?” Dia menjawab, “Tidak, aku tidak pernah meruqyah selain hanya dengan membaca ummul Kitab (Al-Fatihah).” Kami pun mengingatkan agar jangan menceritakakan apapun, sampai kita menemui atau kita bertanya kepada Nabi ﷺ. Ketika kami tiba di Madinah, kami pun menceritakannya kepada Nabi ﷺ dan baginda bersabda, “Bagaimana dia bisa tahu jika surah Al-Fatihah itu sebagai ruqyah? Bagikanlah (kambing-kambing itu) di antara kalian, dan berilah aku bagiannya.” (HR Al-Bukhari, no. 2276 dan Muslim, no. 2201).
قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ﷺ: قَالَ اللهُ تَعَالَى: قَسَمْتُ الصَّلَاةَ بَيْنِيْ وَ بَيْنَ عَبْدِيْ نِصْفَيْنِ، وَ لِعَبْدِيْ مَا سَأَلَ، فَإِذَا قَالَ الْعَبْدُ: اَلْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، قَالَ اللهُ: حَمِدَنِيْ عَبْدِيْ. فَإِذَا قَالَ: الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ، قَالَ: أَثْنَى عَلَيَّ عَبْدِيْ. فَإِذَا قَالَ: مَالِكِ يَوْمِ الدِّيْنِ،قَالَ مَجَّدَنِيْ عَبْدِيْ. وَ إِذَا قَالَ: إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَ إِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُ، قَالَ: هَذَا بَيْنِيْ وَ بَيْنَ عَبْدِيْ، وَ لِعَبْدِيْ مَا سَأَلَ. فَإِذَا قَالَ: اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَ، صِرَاطَ الَّذِيْنَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَ لَا الضَّالِّيْنَ، قَالَ: هَذَا لِعَبْدِيْ وَ لِعَبْدِيْ مَا سَأَلَ.
Rasulullah ﷺ bersabda, “Allah Ta’ala berfirman, ‘Aku telah membagi shalat antara Aku dan hamba-Ku menjadi dua bagian, dan untuk hamba-Ku apa yang dia mintakan. Jika dia mengucapkan, “Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam,” Allah berfirman, “Hamba-Ku telah memuji-Ku.” Jika dia mengucapkan, “Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang,” Allah berfirman, “Hamba-Ku telah memuji-Ku.” Jika dia mengucapkan, “Pemilik hari pembalasan,” Allah berfirman, “Hamba-Ku telah mengagungkan Aku.” Jika dia mengucapkan, “Hanya kepada-Mu kami menyembah, dan hanya kepada-Mu kami meminta pertolongan,” Allah berfirman, “Ini bagian Aku dan hamba-Ku, dan untuk hamba-Ku apa yang dia mintakan.” Jika dia mengucapkan, “Tunjukilah kami jalan yang lurus, (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepadanya; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat,” Allah berfirman, “Ini bagian hamba-Ku dan untuk hamba-Ku apa yang dia mintakan.”
قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ﷺ: مَا أُنْزِلَتْ فِيْ التَّوْرَاةِ وَ لَا فِيْ الْإِنْجِيْلِ وَ لَا فِيْ الزَّبُوْرِ وَ لَا فِيْ الْفُرْقَانِ مِثْلِهَا، وَ إِنَّهَا سَبْعٌ مِنَ الْمَثَانِيْ، وَ الْقُرْآنُ الْعَظِيْمُ الَّذِيْ أُعْطِيْتُهُ.
Rasulullah ﷺ bersabda, “Belum pernah diturunkan di dalam Taurat, Injil, Zabur, dan Al Furqan yang sepertinya, yaitu Sab’un Minal Matsani (Tujuh Ayat yang Diulang-ulang), dan Al-Qur`an Al-Azhim yang telah aku terima.” (HR Muslim, dan dishahihkan oleh Al-Albani di dalam Shahih At-Targhib wat Tarhib, no. 1455).
عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا قَالَ: بَيْنَمَا جِبْرِيْلُ قَاعِدٌ عِنْدَ النَّبِيِّﷺ سَمِعَ نَقِيْضًا مِنْ فَوْقِهِ فَرَفَعَ رَأْسَهُ فَقَالَ: هَذَا بَابٌ مِنَ السَّمَاءِ فُتِحَ الْيَوْمَ، لَمْ يُفْتَحُ قَطُّ إِلَّا الْيَوْمَ، فَنَزَلَ مِنْهُ مَلَكٌ فَقَالَ: هَذَا مَلَكٌ نَزَلَ إِلَى الْأَرْضِ، لَمْ يَنْزِلْ قَطُّ إِلَّا الْيَوْمَ، فَسَلَّمَ وَ قَالَ: أَبْشِرْ بِنُوْرَيْنِ أَوْتِيْتَهُمَا، لَمْ يُؤْتِهِمَا نَبِيٌّ قَبْلَكَ؛ فَاتِحَةَ الْكِتَابِ، وَ خَوَاتِيْمَ سُوْرَةِ الْبَقَرَةِ، لَنْ تَقْرَأَ بِحَرْفٍ مِنْهُمَا إِلَّا أُعْطِيْتَهُ.
Dari Ibnu Abbas R.A. berkata, “Ketika Jibril duduk di dekat Nabi ﷺ, Jibril mendengar suara dari atas, dan dia mengangkat kepalanya seraya berkata, “Ini adalah sebuah pintu di langit yang dibuka hari, padahal sebelumnya tidak pernah kecuali hari ini.” Maka turunlah seorang malaikat dari pintu tersebut. Jibril berkata, “Ini adalah seorang malaikat yang turun ke bumi, dia tidak pernah turun ke bumi kecuali hari ini.” Maka dia mengucapkan salam, seraya berkata, “Bergembiralah dengan dua cahaya yang akan diberikan kepadamu, yang tidak pernah diberikan kepada seorang nabi sebelum kamu, yaitu surah Al-Fatihah dan ayat-ayat akhir surah Al-Baqarah. Tidaklah kamu membacanya sehuruf pun dari kedua surah tersebut, kecuali akan diberikan kepadamu.” (HR Muslim, no. 806).
قَالَ عُمَرُ: أَمَّا إِنَّ نَبِيَّكُمْ ﷺ قَدْ قَالَ: إِنَّ اللهَ يَرْفَعُ بِهَذَا الْكِتَابِ أَقْوَامًا وَ يَضَعُ بِهِ آخَرِيْنَ.
Umar berkata, “Ingatlah, sesungguhnya Nabi kalian ﷺ telah bersabda, ‘Sesungguhnya Allah akan mengangkat orang-orang dengan Al-Qur`an ini dan Dia juga merendahkan yang lainnya dengan Al-Qur`an ini.” (HR Muslim, no. 1898).
