Arafah Hari Terbaik di Sisi Allah & Rahasia Kebangkitan Umat

Biasanya umat Islam memahami keutamaan hari Arafah melalui hadis-hadis Rasulullah saw secara harfiah sebagai hari agung dan mulia, hari pengampunan dosa, hari pembebasan siksa neraka, hari mustajabnya doa, hari turunnya Allah ke Arafat seraya membanggakan hamba-hamba-Nya di hadapan para malaikat dst.

Hari Arafah
Sumber gambar: https://jatim.antaranews.com/

Tidak banyak yang berusaha memahami alasan substansif di balik keutamaan hari Arafah itu dan mengaitkannya dengan kehidupan umat Islam masa kini.

Hemat kami, semua keutamaan hari Arafah yang kerap disebutkan oleh Rasulullah saw dalam berbagai hadisnya itu memiliki kaitan erat dengan proses tazkiyatun nafsi dalam amaliah wukuf di Arafah.

Minimal ada 2 makna penyucian jiwa dalam aktifitas wukuf Arafah:
1. Persatuan umat (wihdah) dan kesetaraan hamba (musawah) di depan Allah dalam prosesi Arafat. Satu tujuan hidup. Satu talbiyah. Satu penghambaan. Satu pakaian. Satu identitas sbg hamba Allah. Tidak tersekat dan tak terpecah oleh berbagai identitas duniawi. Bisa kita sederhanakan sebagai alat sarana.
2. Dengan persatuan dan kesetaraan itu lahirlah Tajarrud. Mengosongkan diri dari selain Allah. Mengikhlaskan (fokus) ibadah, gerakan, pikiran, tindakan, hubungan vertikal dan horisontal hanya kepada Allah mengharapkan ridho-Nya semata. Menanggalkan ego, menyingkirkan kepentingan dunia sesaat dalam pengertian luas, menundukkan kecintaan pada dunia kepada cinta akhirat dan tak takut mati. Bisa disederhanakan menjadi tujuan.

Artinya, ketika umat Islam yang diwakili oleh para jamaah haji yang datang dari seluruh penjuru dunia (171 negara) menghayati dan meresapi lalu menyatukan dirinya dalam frekuensi Allah dengan memusatkan hati, akal pikiran dan tindakannya untuk bertauhid dalam segala aspek hidup. Dengan 1 sarana alat dan 1 tujuan yang disimbolkan dalam 2 makna prosesi Arafat diatas itulah yang melahirkan keberkahan dan keutamaan hari Arafah itu.

Jelasnya, ketika umat Islam berhasil mewujudkan 2 makna penyucian jiwa dari hari Arafah itu maka Allah taala menganugerahi mereka dengan pengampunan, pembebasan, ijabahnya doa, dibanggakan Allah.

Bayangkan betapa dahsyatnya makna itu jika berhasil kita wujudkan terus menerus dan konsisten dalam kehidupan umat. Umat yang bersatu padu menanggalkan ego dan kepentingan sempit sesaat, meski ada perbedaan di tengah mereka, umat yang bersikeras menyatukan shaf, mengejar ketertinggalan, saling menyayangi dan menguatkan satu sama lain, itulah umat yang diberkahi Allah dan berhak mendapatkan pengampunan, rahmat, pembebasan dan mahkota kebanggaan Allah dan terkabulnya doa-doa.

Kemenangan umat atas musuh-musuhnya dan kejayaan merebut Al-Quds 1187, kehancuran Mongol di Ain Jalut 1260 dan futuh Konstantinopel 1453 dalam sejarahnya, terbukti secara historis dan realistis, terjadi hanya jika persatuan dan tajarrud mewujud dalam kehidupan umat dan kebijakan politik penguasa yang bertakwa kepada Allah swt. Sejarah itu akan terus berulang jika umat dan para pemimpinnya memenuhi syarat kelayakan di tanah Arafah. Semoga!

#RenunganHariTasyriq-1
#FahmiSalim #Fordamai #IUMS

Selamat Hari Raya Idul Adha 1446 H
Fahmi Salim
Hamba Allah yang lemah.

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram
Leave a Reply

×