Description
AL-QUR’AN bagaikan mutiara yang selalu memancarkan kilau cahaya indah jika dilihat dari arah dan sisi mana pun, bahkan apabila kita mempersilahkan orang lain untuk memandang mutiara itu tadi, maka boleh jadi orang lain tersebut akan menemukan keindahan yang lebih banyak lagi dari yang kita temukan. Inilah ungkapan Prof. Dr. Muhammad Abdullah Diraz dalam kitab an-Naba’ al ‘Azhim, yang menjadi inspirasi Ustadz Fahmi Salim, Lc. MA., ketika membuat judul bukunya, Mutiara Ilmu-Ilmu Al-Qur’an.
Buku Mutiara Ilmu-Ilmu Al-Qur’an makin melengkapi kegigihan Ustadz Fahmi untuk menghadang berbagai upaya yang menggugat prinsip-prinsip pokok dalam agama Islam serta membatalkan keabsolutan nash Al-Qur’an dengan analisa historisitas teks atau relativisme teks.
Di bagian Epilog, penutup buku ini, Ustadz Fahmi menulis seputar catatan kritis terhadap Buku Metodologi Studi Al-Qur’an, yang ditulis oleh A. Moqsith Ghazali, Luthfi Syaukani dan Ulil Abshar-Abdala. Ada tiga hal krusial yang disoroti oleh Ustadz Fahmi, yaitu; pertama, mereka dianggap telah menebarkan keraguan dan kerancuan seputar otentisitas dan otoritas mushaf Utsmani; kedua, mereka mendekonstruksi konsep wahyu; ketiga, merombak kaidah-kaidah penafsiran ulama klasik dengan mengusulkan pembaharuan metodologi tafsir Al-Qur’an.





Reviews
There are no reviews yet.